Penantinantian ini tentu sebetulnya dapat merugikan kita sendiri. Padahal, kesempatan tidak akan datang dua kali. Sekalipun ada kesempatan serupa yang datang di waktu lain, tentu memiliki nilai yang berbeda dengan kesempatan pertama. Sedemikian pentingnya waktu ini sampai-sampai Allah swt bersumpah dengan nama-nama waktu.
2Petrus 3: 8-15a | Ruang waktu kesabaran Tuhan. Bacaan Firman Tuhan: 2 Petrus 3: 8-15a. Akan tetapi, saudara-saudaraku yang kekasih, yang satu ini tidak boleh kamu lupakan, yaitu, bahwa di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari. Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang
MingguBiasa | Bulan Pembangunan GKJWStola Hijau. Bacaan 1: Yeremia 23 : 23 - 29. Bacaan 2: Ibrani 11 : 29 - 12 : 2. Bacaan 3: Lukas 12 : 49 - 56. Tema Liturgis: Iman menjadi Dasar Tanggung Jawab Umat dalam Pembangunan Gereja. Tema Khotbah: Pengharapan adalah Wujud Iman yang Tak Lekang oleh Penderitaan. Penjelasan Teks Bacaan:
Didalam 2Ptr. 3:3-10, rasul Petrus mengajarkan tentang kedatangan Kristus yang kedua kali. Ajaran ini berlawanan dengan apa yang diajarkan oleh para pengajar palsu pada waktu itu, yang menyatakan bahwa Kristus tidak datang kembali. Tidak berhenti sampai pada mengoreksi ajaran yang keliru saja, Petrus juga melanjutkannya dengan mengajarkan apa
OPPORTUNITIESFROM GOD (Kesempatan-kesempatan dari Tuhan) Doa Fajar. Pdp. Chandra Hermawan. 18 Februari 2022. Pk. 04:40 WIB. Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu. Download Materi Khotbah. Di Alkitab tertulis beberapa contoh orang-orang
Iamenyadari tidak selamanya kita muda, kuat, jaya, dan hidup. Dari perenungan itulah tercipta lagu sederhana yang sarat makna. "Hidup ini adalah kesempatan. Hidup ini untuk melayani Tuhan. Jangan sia-siakan waktu yang Tuhan beri. Hidup ini harus jadi berkat.". Lagu ini mengajak kita memaknai hidup sebagai orang percaya, dan bagaimana
Artinya dalam setiap tindakan kita, termasuk dalam interaksi dengan sesama di luar Gereja, kita perlu memerhatikan penggunaan waktu. Gunakan setiap kesempatan pergaulan kita dengan orang lain sebaik mungkin. Waktu kita tidak banyak, tetapi sering kali kita menghamburkannya untuk hal yang kurang bermanfaat bagi pertumbuhan Kerajaan Allah.
FYAm. Ayat Bacaan Galatia 61-10 “Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman.” Galatia 610 Ada kata bijak yang menyatakan bahwa kesempatan tidak datang untuk kedua kalinya. Oleh karena itu jangan pernah sia-siakan setiap kesempatan yang ada. Banyak orang yang menyesal begitu rupa saat kesempatan itu tidak digunakan dengan baik. Yang ada tinggallah penyesalan. Tuhan memberikan kesempatan kepada orang-orang di zaman Nuh selama 120 tahun untuk bertobat, tapi mereka tidak mempergunakannya dengan baik dan akhirnya penyesalan pun tiada guna. Dan saat Tuhan menenggelamkan bumi dengan air bah, binasalah mereka semua kecuali Nuh dan keluarganya yang selamat. Begitu juga seluruh penduduk kota Sodam dan Gomora yang dibumihanguskan oleh Tuhan. Selama masih hidup mereka menyia-nyiakan kesempatan yang ada dan tetap hidup di dalam dosa. Juga kisah orang kaya dan Lazarus baca Lukas 1619-31. Saat di dunia si kaya hidup dalam gelimang harta, tapi ia lupa diri dan tidak pernah menabur atau memperhatikan orang-orang lemah. Akhirnya ia mengalami kebinasaan kekal. Ia lupa bahwa hidup di dunia ini adalah kesempatan bagi kita untuk mempersiapkan hidup di dalam kekekalan. Berapa lama kita memiliki kesempatan hidup di dunia ini? Selamanyakah? Dalam mazmurnya Daud berkata, “Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami kuat, delapan puluh tahun, dan kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan; sebab berlalunya buru-buru, dan kami melayang lenyap.” Mazmur 9010. Menyadari bahwa kesempatan itu sangatlah terbatas, Daud pun berdoa, “Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.” Mazmur 9012. Jadi tugas kita menemukan kesempata dalam setiap situasi yang ada, sebab jika hidup ini berakhir tidak ada lagi kesempatan untuk bertobat. Sesudah mati tidak ada lagi kesempatan untuk berbuat baik bagi diri sendiri atau sesama sehingga raja Salomo menasihati, “Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena tak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat dalam dunia orang mati, kemana engkau akan pergi.” Pengkotbah 910. Selagi Tuhan memberi kesempatan, gunakan sebaik mungkin supaya tidak ada penyesalan di kemudian hari!
403 ERROR Request blocked. We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation. Generated by cloudfront CloudFront Request ID IOtGiTpxF1RQMxNwPFL8SZNrZuyOfe8jPVKJJdmrNkQzlc9h1ptwhg==
Dalam kehidupan Kristen, kesempatan terakhir sangatlah penting karena setiap orang hanya memiliki waktu terbatas untuk menemukan jalan kebenaran dan keselamatan yang dijanjikan oleh Tuhan. Tanpa mengambil kesempatan terakhir, seseorang dapat kehilangan kesempatan untuk bertobat dan memperbaiki hidupnya. Oleh karena itu, dalam khotbah ini, kita akan membahas mengenai arti penting dari kesempatan terakhir dalam kehidupan Khotbah Kristen tentang Masih ada Kesempatan Terakhir TerbaruDefinisi tentang kesempatan terakhirKalimat ini dapat diartikan sebagai kesempatan terakhir yang diberikan Tuhan kepada seseorang untuk mengambil keputusan yang tepat dalam hidupnya. Kesempatan ini seringkali muncul di saat-saat kritis atau di ujung hidup seseorang. Kesempatan terakhir memberikan kesempatan untuk bertobat dan memperbaiki hidup seseorang sehingga dapat hidup sesuai dengan kehendak dari khotbah iniTujuan dari khotbah ini adalah untuk memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang arti penting dari kesempatan terakhir dalam kehidupan Kristen. Kita akan membahas bagaimana mengenali kesempatan terakhir dalam hidup kita, bagaimana memanfaatkan kesempatan tersebut dengan baik, dan apa yang dapat kita harapkan jika kita mengambil kesempatan terakhir dengan sungguh-sungguh. Melalui khotbah ini, kita diharapkan dapat memahami bahwa kesempatan terakhir bukanlah sesuatu yang harus kita takuti, namun justru sebagai panggilan untuk bertobat dan mengambil langkah-langkah menuju kehidupan yang lebih Kesempatan TerakhirA. Pengertian kesempatan terakhirKesempatan terakhir adalah kesempatan yang diberikan Tuhan kepada seseorang untuk bertobat dan mengambil jalan yang benar dalam hidupnya. Kesempatan ini bisa muncul di saat-saat kritis atau di ujung hidup seseorang, dan Tuhan memberikan kesempatan tersebut sebagai panggilan untuk membuka hati dan menyerahkan hidup Cara Mengatasi Godaan untuk Orang KristenB. Pentingnya mengambil kesempatan terakhirMengambil kesempatan terakhir sangat penting karena setiap orang hanya memiliki waktu terbatas untuk memperbaiki hidupnya dan mencari kebenaran. Tanpa mengambil kesempatan terakhir, seseorang dapat kehilangan kesempatan untuk memperoleh keselamatan yang dijanjikan oleh Tuhan. Jika kita tidak mengambil kesempatan terakhir, kita akan kehilangan kesempatan untuk membangun hubungan yang benar dengan Tuhan dan akhirnya harus menerima akibat dari pilihan-pilihan Contoh dalam Alkitab tentang kesempatan terakhirAlkitab memberikan banyak contoh tentang kesempatan terakhir. Salah satu contoh yang terkenal adalah kisah orang kaya dan Lazarus Lukas 1619-31. Dalam kisah ini, orang kaya memilih untuk hidup dalam kemewahan dan mengabaikan kemiskinan dan kesulitan yang dialami Lazarus, yang duduk di depan gerbangnya setiap hari. Ketika keduanya meninggal, Lazarus pergi ke surga, sedangkan orang kaya pergi ke tempat penyiksaan. Orang kaya memohon kepada Abraham untuk memberikan kesempatan kedua kepadanya, tetapi Abraham menjelaskan bahwa kesempatan terakhir sudah habis dan tidak ada lagi kesempatan untuk memperbaiki Diri dengan Kesempatan TerakhirA. Identifikasi kesempatan terakhir dalam kehidupan pribadiSetiap orang memiliki kesempatan terakhir dalam hidupnya, yang mungkin muncul dalam bentuk situasi atau keputusan penting yang harus diambil. Untuk mengidentifikasi kesempatan terakhir dalam kehidupan pribadi, seseorang perlu merenungkan hidupnya, menerima peringatan yang diberikan Tuhan, dan memperbaiki hubungannya dengan Tuhan. Kesempatan terakhir dapat muncul dalam berbagai bentuk, seperti mengakhiri kebiasaan buruk, memperbaiki hubungan dengan keluarga, atau mengejar panggilan Tuhan dalam Meningkatkan kualitas hidup dengan mengambil kesempatan terakhirMengambil kesempatan ini dapat membantu meningkatkan kualitas hidup seseorang. Dengan mengambil kesempatan terakhir, seseorang dapat memperbaiki hubungan dengan Tuhan dan orang lain, membangun karakter yang lebih baik, dan mencapai potensi hidup yang sebenarnya. Hal ini juga dapat membantu seseorang menemukan makna hidup yang sejati dan mencapai kedamaian dalam Belajar dari Tokoh-Tokoh Perempuan di AlkitabC. Contoh kesempatan terakhir dalam pernikahan dan keluargaKesempatan terakhir dalam pernikahan dan keluarga bisa muncul dalam bentuk konflik atau krisis yang memerlukan tindakan cepat dan tepat. Misalnya, seorang pasangan yang terlibat dalam pernikahan yang tidak sehat dapat mengambil kesempatan ini untuk mengubah cara mereka berinteraksi satu sama lain dan memperbaiki hubungan mereka. Kesempatan terakhir juga dapat muncul dalam bentuk tindakan kecil, seperti mengambil waktu untuk berbicara dengan anak-anak atau mengunjungi orang tua yang sakit. Dengan mengambil kesempatan terakhir, seseorang dapat memperbaiki hubungan keluarga dan menciptakan lingkungan yang sehat dan di dalam Kesempatan TerakhirA. Kesempatan terakhir sebagai panggilan untuk bertobatKesempatan terakhir dapat dianggap sebagai panggilan dari Tuhan untuk bertobat dan memperbaiki hubungan dengan-Nya. Saat seseorang merespon panggilan ini dengan hati yang terbuka, ia dapat merasakan pengampunan Tuhan dan menerima kesempatan untuk memulai hidup baru yang lebih baik. Bertobat juga berarti mengubah cara pandang dan cara hidup, mengarahkan hati pada Tuhan dan merenungkan tindakan yang harus diambil untuk memperbaiki Penerimaan kesempatan terakhir sebagai bentuk pengampunanKesempatan terakhir juga dapat dianggap sebagai bentuk pengampunan dari Tuhan. Dalam kehidupan, kita semua pasti melakukan kesalahan dan dosa, tetapi Tuhan selalu memberikan kesempatan bagi kita untuk memperbaiki diri dan kembali pada-Nya. Melalui penerimaan kesempatan terakhir, kita dapat merasakan kasih dan belas kasih Tuhan yang tak terbatas, dan menjadi orang yang lebih Menemukan tujuan hidup melalui kesempatan terakhirKesempatan terakhir juga dapat membantu seseorang menemukan tujuan hidup yang sejati. Dengan memanfaatkan hal ini, seseorang dapat mengejar panggilan Tuhan dalam hidup, menemukan arti hidup yang sebenarnya, dan memberikan dampak positif pada orang lain di sekitarnya. Kesempatan terakhir dapat membawa seseorang pada jalur hidup yang benar, memungkinkannya mencapai potensi hidup yang sebenarnya, dan hidup dengan penuh Kesempatan TerakhirA. Memperkenalkan kesempatan terakhir kepada orang lainKesempatan terakhir yang diberikan oleh Tuhan tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk diberikan kepada orang lain. Kita dapat berperan dalam menyebarkan kesempatan terakhir ini kepada orang lain melalui pengajaran Firman Tuhan dan dengan memberikan contoh hidup yang Membantu orang lain untuk memperbaiki hidupKita dapat membantu orang lain untuk memperbaiki hidup mereka dengan mengajak mereka untuk merespon kesempatan terakhir yang diberikan oleh Tuhan. Dengan memberikan dukungan dan bantuan pada saat yang tepat, kita dapat membantu orang lain mengatasi masalah hidup mereka dan menjadi lebih Menjadi saksi kebaikan TuhanMelalui kesempatan terakhir, kita dapat menjadi saksi kebaikan Tuhan di dalam hidup kita dan hidup orang lain. Dengan memanfaatkan kesempatan terakhir, kita dapat menunjukkan kekuatan dan kasih Tuhan dalam hidup kita, sehingga orang lain dapat terinspirasi dan merespon panggilan Tuhan dalam hidup Menjadi pelayan Tuhan yang baikKesempatan terakhir juga memanggil kita untuk menjadi pelayan Tuhan yang baik. Dengan memberikan pelayanan yang baik dan melakukan tindakan baik bagi orang lain, kita dapat memperkuat iman kita dan membawa kemuliaan bagi nama Tuhan.
Orang paling kaya dan orang paling miskin sama-sama memiliki waktu 24 jam sehari. Begitu pula dengan orang sehat dan sakit, orang paling bahagia dan yang merasa paling kenapa kita sering merasa waktu kita tidak cukup untuk melakukan ini-itu? Atau, sebaliknya, kita memboroskan detik dan menit untuk melakukan hal-hal sepele atau yang tidak berfaedah bagi diri kita?Bagaimana agar kita lebih bijaksana menggunakan setiap saat yang Tuhan berikan dalam hidup kita?Making the Most of Your OpportunitiesMasalah kita sebenarnya bukanlah tentang kekurangan waktu, melainkan menulis kepada jemaat Kolose “Hiduplah dengan penuh hikmat terhadap orang-orang luar, pergunakanlah waktu yang ada.” – Kolose 45. Dalam New English Translation, ayat tersebut diterjemahkan sebagai, “Conduct yourselves with wisdom toward outsiders, making the most of the opportunities.”Artinya, dalam setiap tindakan kita, termasuk dalam interaksi dengan sesama di luar Gereja, kita perlu memerhatikan penggunaan waktu. Gunakan setiap kesempatan pergaulan kita dengan orang lain sebaik mungkin. Waktu kita tidak banyak, tetapi sering kali kita menghamburkannya untuk hal yang kurang bermanfaat bagi pertumbuhan Kerajaan versi King James, kata yang dipakai adalah redeeming the time menebus waktu. Begitu banyak jam dan menit kita yang hilang dengan mubazir. Jadi, sekarang bukan lagi saatnya berleha-leha. Kita diharapkan melakukan usaha dobel, bahkan tripel dalam memanfaatkan setiap saat yang ada dan membayar kesempatan yang disia-siakan di masa pribadi menyadari ada banyak momen yang mestinya dapat saya gunakan untuk memenangkan jiwa tetapi dilewatkan begitu saja. Mari kita perlakukan setiap momen yang Tuhan berikan dengan lebih serius. Hendaknya kita memakai setiap kesempatan interaksi dengan pribadi-pribadi lain untuk mengabarkan Injil tiga hal ini agar kita lebih menghargai waktu1. Jiwa adalah UkurannyaSebagai murid Yesus, muara dari seluruh aspek kehidupan kita adalah menggenapi amanat agung-Nya Matius 2819. Janganlah kita mengukur waktu berdasarkan uang. Ukuran kita adalah jiwa yang dimenangkan. Dan, pemenangan jiwa yang otentik selalu dilakukan oleh orang yang jiwanya berkelimpahan di dalam pun karunia pelayanan yang kita miliki, kita tetap perlu menjalankan amanat agung tersebut. Siapa yang sudah kita tuntun kepada Yesus? Sudahkah kita mengabarkan Injil Kristus kepada sesama lewat perbuatan kita sehari-hari? Untuk melakukannya, apakah jiwa kita sendiri sudah melimpah dengan kasih-Nya?2. Rencanakan Semua dengan BaikWaktu tidak bisa ditabung atau ditumpuk. Apa yang sudah berlalu tidak dapat kita tarik kembali. Dan, waktu yang tak direncanakan dengan baik akan menguap begitu saja, tanpa membawa kita lebih dekat kepada tujuan sisi lain, kelebihan orang yang memenangkan jiwa-jiwa, yang imannya terus bertumbuh dan mampu mencapai banyak hal, adalah pada pengaturan waktu dan bangun kebiasaan untuk mengatur tiap jam dan menit yang kita miliki. Apakah kita sudah menyusun rencana sebelum hari dimulai? Pastikan hari ini, minggu ini, bulan ini, tahun ini, kita punya perencanaan untuk setiap kegiatan Evaluasi dan Kreatif Ada jiwa yang butuh waktu lama hingga dapat dituai bagi Kristus, tetapi ada pula yang bisa sangat cepat. Selain butuh hikmat untuk membedakannya, kita juga perlu mengevaluasi cara interaksi kita dengan sesama dan bagaimana distribusi kalau perlu tuliskan, adakah hal yang harus kita lakukan secara berbeda besok dan seterusnya? Jiwa seperti apa yang kita mesti bawa ke dalam Kerajaan Allah? Tuhan Yesus selalu intensional melandaskan tindakan dengan niat dalam segala hal yang Dia kerjakan. Jadilah seorang yang intensional juga seperti tiga hal di atas dapat membantu kita bersikap lebih bijaksana terhadap setiap kesempatan dalam hidup untuk membawa orang lain kepada berdoa Bapa, ajari kami untuk melihat betapa berharganya tiap detik kami hari ini dari sudut pandang kerajaan Allah. Tiap momen yang kami miliki bernilai untuk kekekalan. Bantulah kami menggunakannya dengan penuh hikmat. Articles“Saya Sibuk. Bagaimana Caranya Mengatur Waktu untuk Saat Teduh?”Kapan Waktu Terbaik Untuk Saat Teduh?Gunakan Waktu untuk Tiga Hal Berikut, Selagi Masih Bisa Menyebut “Hari Ini”Indah Pada Waktu nyaAtur Waktu untuk Anak. Coba 3 Cara Ini! – Gereja GKDI–Gereja GKDI terdapat di 37 kota di Indonesia. Jika Anda ingin mengikuti belajar Alkitab secara personal Personal Bible Sharing, silahkan lihat lebih lanjut dalam video berikut Dan, temukan lebih banyak content menarik & menginspirasi melalui sosial media kami Website Facebook Instagram Blog Youtube TikTok Visited 494 times, 15 visits todayLast modified Feb 28
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Tulisan berikut adalah isi pesan yang saya sampaikan kepada anak-anak SMP Kristen Calvin ketika saya menjadi Pembina upacara. Silahkan yang membatasi manusia diciptakan oleh Tuhan dan Tuhan memberkati waktu itu dengan kesempatan-kesempatan. Waktu itu berharga, maka tak heran ada pepatah mengatakan “Time is money”. Ada dua istilah Yunani untuk cukup menggambarkan waktu dan kesempatan, yaitu kronos dan kairos. Kronos menggambarkan waktu yang berjalan dari detik ke detik, menit ke menit, jam ke jam, hari ke hari. Kita sering menggunakan istilah kronologis untuk menunjukkan rentetan peristiwa yang terjadi dari satu waktu ke waktu yang lain. Kairos sendiri berfokus pada momentum-momentum penting dalam kronologis waktu yang terus berjalan. Itulah kesempatan-kesempatan yang berbuah karena kita respon secara dalam waktu yang disediakan Tuhan tidak senantiasa berulang. Bahkan sebenarnya kesempatan yang persis sama tidak akan pernah terulang. Hari ini berbeda dari kemarin, jam sekarang ini ketika kita sedang upacara berbeda dari satu jam lalu, mungkin kita sedang dalam perjalanan ke sekolah. Menit ini berbeda dari beberapa menit yang lalu. Jika kita mengerti dan menghargai setiap waktu yang tersedia bagi kita, kita akan menjadi orang Kristen yang saya masih SD, saya melihat anak SMP lebih keren dari SD, maka ada perasaan ingin segera menjadi anak SMP. Ketika saya SMP, kembali saya melihat SMA lebih menarik. Tak selesai, ketika saya SMA, saya berpikir orang-orang kuliah itu enak sekali. Jadwal kuliahnya tidak sepadat SMA, pikir saya pasti saya tidak stres dengan beban kuliah yang ada. Ternyata saya salah, jadwal kuliah memang tidak sepadat jam belajar di SMA, tetapi beban tugas kuliah jauh lebih berat dibandingkan SMA. Tingkatan tugas yang dituntut dosen kepada mahasiswa jauh lebih berat daripada yang dituntut guru SMA saya dulu. Lalu dalam beban kuliah yang berat itu, sekali lagi saya berpikir, nanti begitu saya selesai kuliah, dan sudah bekerja, pasti hidup saya akan lebih tenang, bebas dari tugas-tugas yang harus dikumpulkan kepada dosen. Tapi itu hanya pikiran saya, beban tanggung jawab bekerja ternyata jauh lebih besar daripada beban tanggung jawab mengerjakan tugas kuliah. Tapi kali ini saya mau berpikir apa lagi? Tidak, mau berpikir pun, tidak banyak pilihan yang tersedia. Satu pikiran yang agak nakal yang terlintas adalah ternyata masa paling menyenangkan di antara beberapa jenjang kehidupan saya adalah masa SD. Saya tidak boleh berpikir untuk cari pekerjaan yang lebih ringan beban tanggung jawabnya. Di dalam Alkitab dituliskan kepada yang setia dalam perkara kecil akan dipercayakan perkara yang besar, bukan kebalikannya. Saya tidak boleh berpikir untuk berhenti bekerja dan misalnya hidup dengan uang dari orang tua. Alkitab berkata jikalau engkau tidak bekerja, janganlah engkau makan. Jelas sekali saya harus bagaimana seharusnya kita bersikap dalam setiap tahap kehidupan kita? Alkitab mengatakan untuk segala sesuatu ada waktunya. Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya. Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk meninggal, ada waktu untuk menanam, ada waktu untuk mencabut yang ditanam; ada waktu untuk merombak, ada waktu untuk membangun; ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk tertawa; ada waktu untuk meratap; ada waktu untuk menari; ada waktu untuk mencari, ada waktu untuk membiarkan rugi; ada waktu untuk menyimpan, ada waktu untuk membuang; ada waktu untuk merobek, ada waktu untuk menjahit; ada waktu untuk berdiam diri, ada waktu untuk berbicara. Ada waktu untuk SD, ada waktu untuk SMP, ada waktu untuk SMA, ada waktu untuk kuliah, dan seterusnya. Itu adalah waktu kronologis yang bisa berisi kairos yang berbeda sekali antara satu orang dengan orang yang lain tergantung bagaimana dia mengisi setiap waktu yang tersedia dan mengambil setiap kesempatan yang ada. Tentunya kita harus membedakan antara menghargai kesempatan dengan menjadi opurtunis. Orang yang menghargai waktu merupakan salah salah ciri orang yang menghormati Sang Pemberi Waktu, yaitu Tuhan. Opurtunis bukannya menghargai waktu yang diberikan Tuhan, tetapi mencuri setiap kesempatan untuk mengambil keuntungan dan biasanya dengan merugikan orang lebih spesifik kita lihat. Ada waktu untuk SMP. Apa yang kalian isi ke dalam masa SMP kalian? Zaman ini menyediakan banyak sekali pilihan kepada kalian, sebagian besar menjerumuskan kalian. Banyak game yang tersedia untuk dimainkan. Kalian bisa mainkan satu jam, tetapi tidak sedikit yang sampai tidak tahu waktu. Saya tidak bermaksud mengatakan sama sekali tidak boleh bermain game, tetapi harus ingat waktu jangan dihambur-hamburkan untuk game. Begitu banyak film yang bisa kalian tonton. Namun, apakah zaman ini hanya berisi godaan yang lebih besar, tidak ada kesempatan yang lebih besar? Tidak. Saya harus mengatakan saya “iri” dengan kalian. Dulu sewaktu saya sekolah, bahkan dari SD sampai SMA, saya hanya tahu tentang gambar pemandangan, dan herannya gambar saya mungkin mirip dengan gambar pemandangan yang dilukis oleh anak yang di Aceh, Medan, Palembang, Pontianak, Makassar, Manado, Sumba, Papua, dan bahkan dengan sebagian orang-orang Jakarta. Saya tidak mengenal gambar perspektif, apalagi gambar abstrak. Bagi saya gambar abstrak, ya benar-benar abstrak. Guru Bahasa Inggris SMP saya mengajarkan this singular dengan these plural dengan sangat salah sekali. Guru Bahasa Inggris SMA saya berkata di kelas, jika kalian ingin bertanya kepada Bapak, jangan dengan niat ingin menjebak Bapak. Dia sangat tidak berkompetensi mengajar Bahasa Inggris karena sebenarnya dia sendiri tidak bisa berbicara Bahasa Inggris. Perpuskakaan seperti di Sekolah Kristen Calvin yang terus menerus menambah koleksi buku mungkin hampir tidak ditemukan ditempat lain. Kesempatan yang kalian dapatkan begitu besar. Apakah akan kalian hargai atau kalian buang? Hargailah waktu tiga tahun di SMP Kristen Calvin dengan belajar sebaik-baiknya. Jangan sampai kita termasuk ke dalam suatu kelompok yang dituliskan oleh Alkitab sebagai “babi”. Dalam Alkitab tertulis, jangan lemparkan mutiara kepada babi, supaya jangan diinjak-injak dengan kakinya, lalu iya berbalik mengoyak kamu. Mutiara adalah metafor untuk sesuatu yang sangat berharga. Dan babi sama sekali tidak menghargainya. Perhatikanlah peringatan Alkitab dan janganlah kita menjadi musuh Tuhan karena Dia berkuasa untuk mengikatkan batu kilangan ke leher kita dan menggelamkannya ke dasar lautan. Lihat Pendidikan Selengkapnya
khotbah tentang waktu dan kesempatan